Manuskrip 3.2.1 - Psikoanalisa klasik: Freud
Penemuan Sigmund Freud dalam psikoanalisa adalah alam bawah sadar sebagai sumber.

Penemuan Sigmund Freud dalam psikoanalisa adalah alam bawah sadar sebagai sumber.
“bulan terlentang kematian warna tak kuat lagi memukul dahaga ia menolak tetek cucunya”
Berbincang dengan sutradara @jodi.nwts pementasan LSO @sanggarseni_bellbaba yang berjudul PELACUR DAN SANG PRESIDEN karya Ratna Sarumpaet. Banyak keringat yang tumpah dibalik gempitanya pertunjukan.
Sebuah keilmuan yang luas dan kompleks adalah pembahasan psikologi kepribadian. Sungguh sebuah awal perjalanan yang menarik buat kami. Semoga pendengar juga dapat merasakan hal yang sama.
Tengah hari di bukit wahyu kubaca Puisi-Mu. Aku tak tahu manakah yang lebih biru, langitkah atau hatiku? “Kun!” perintah-Mu. Maka terjadilah alam, rahmat dan sorga. Bahkan di hidung anjing Kaubedakan sejuta bau.
Menanyakan alasan orang menikah kepada mbak @nenorefi yang sudah menikah. Semakin memotivasi untuk menikah (!)
“Tubuhmu keramaian pasar gadisku. Jangan buat pantai sepanjang bibirmu merah gadisku. Nanti engkau dibawa laut, nanti engkau dibawa sabun. Jangan tempel tanda-tanda jalan pada lalulintas dadamu gadisku. Nanti polisi marah. Nanti polisi marah.”
Hidup ini berat dan harus dihadapi bagaimana? Mari kita obrolkan bersama Mbak psikolog kece @_putrisaras_
“Dunia sendiri tapa manusia Berlari Seperti perahu tak berkemudi Terlepas dari jarak: Beri aku orang!”
Bersama mas berhasil move on @sabila_jf dan mas cosplay belum move on @pamanjooe
Tak kenal maka tak sayang, terlebih lagi ketika gajah di pelupuk mata tidak tampak, sedangkan semut di seberang lautan tampak.
“tinta di antara penghapus. sinar dan par fum elektrik, sebuah bahasa sibuk membersihkan batas waktu. huruf-hurufnya seperti gerbang kota, mengambang antara orang-pertama dan orang-kedua: "bahasakah yang ada dalam mesin percetakan, atau aku dalam mesin bahasa?"
Kita perlu mengenali diri dan memiliki informasi yang cukup agar melangkah dengan ringan dalam berkehidupan. Sharing seputar karier yang ternyata adalah bagian dari perjalanan hidup manusia, bersama Mbak @devina.andriany
Yang kamu lakukan ke doi itu, termasuk kategori bullying apa bukan yaa?
Di bawah jendela bocah itu sedang suntuk belajar matematika. la menangis tapa suara: butiran bensin meleleh dari kelopak matanya. Bapaknya belum dapat duit buat bayar sekolah. bunya terbaring sakit di rumah.
Tanpa disadari, kita sering membandingkan diri dengan generasi dibawah kita dan mengeluhkan mereka yang tak seberjuang kita dalam hidup (!) Kali ini @siniarpuan tanpa guest start, mengingat kami sungguh meresahkan diri kami sendiri, kalian?!
Melakukan kebaikan, bukan berarti kamu people pleasure.
Paling pusing bicara dengan bahasa siluman. Serba akronim dan singkatan. Maunya hemat waktu. Enggak hemat pikiran dan perasaan. Sok cerdas. Pemalas.
Nyaman dengan kehidupan yang tidak produktif apakah artinya kita prokastinasi? Sharing bersama @ajidsangadji dan @bayuramay.
Dengan berkelompok, kita jadi tidak sendiri, kita jadi punya support system, kita jadi berbagi tanggung jawab, kita punya identitas sosial.
Jika tak ada hangat sepanjang dingin, aku akan berbagi selimut denganmu. Jika tak ada angin di lembah yang kering, aku siap bertanam pucuk-pucuk denganmu. Jika tak ada cahaya di lorong tua, kita berjalan berdua menutup mata hingga tiba. Jila tak ada air di ceruk tandus, kita teguk dari alar-akar tua.
Mereka yang datang dalam hidup kita akan pergi dari hidup kita, tanpa mengucap apa-apa, hilang begitu aja, kayak hantu. Perihal ghosting di setting organisasi, bersama @me_rasyidridlo dan @rosaryfm.
Hubungan berakhir itu pasti, dan ada penjelasan teoritisnya lho. Selain itu, ada juga permasalahan relasi sosial seperti kecemasan sosial dan kesepian.
“Mengapa harus menyesal? Mengapa takut tak kekal? Apa beda selamat jalan dan selamat tinggal? Kecantikan dan kematian bagai saudara kembar yang pura-pura tak saling kenal.” “Aku cantik. Aku ingi.
Ketika beliau pergi, kenangan yang ditinggalkan tak bisa dan tak perlu dilupakan. Kita hanya perlu memeluk seluruh ingatan untuk melanjutkan kehidupan. Sharing session bersama @muhakbarhabibi.
Lingkungan mempengaruhi individu dalam berperilaku. Mengikuti pengaruh netizen tidak selalu dengan kerelaan, kadangkala juga karena keterpaksaan.
“seperti wayang digerakkan dalang cerita sejuta harapan menjual mimpi tanpa kenyataan berselimut citra fatamorgana dan kau terkesima”
Kali ini kami bersama @fuadsyah. Seorang putra dari timur yang memperkenalkan seperti apa berkehidupan di Sorong dan sekitarnya. Masih sama koq dengan tanah lain di Negeri ini, dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.
Sikap dan perilaku itu beda lho. Kamu suka doi (itu sikap), belum tentu juga kamu nikah sama doi (itu perilaku) #ehh
Kami pasukan nasi bungkus Tak takut dosa apalagi neraka Kami bisa tertawa di balik luka Demi sebungkus nasi dan kiriman pulsa