Keresahan 17 - Cita dan cinta
Cinta dan keluarga bukanlah penghalang tuk meraih cita, dukungan orang terdekat dan penguasaan diri mampu membungkam mulut netizen. Obrolan sarat pembelajaran hidup bersama Ibu Susanti Prasetyaningrum.

Cinta dan keluarga bukanlah penghalang tuk meraih cita, dukungan orang terdekat dan penguasaan diri mampu membungkam mulut netizen. Obrolan sarat pembelajaran hidup bersama Ibu Susanti Prasetyaningrum.
Seringkali kita gagal move on karena memiliki skema yang baik dalam menyimpan kenangan mantan. Selain itu, baiknya manusia melakukan telusur fakta dan tidak sekedar mengandalkan atribusi dalam mempersepsi suatu kejadian.
“boneka tak punya pikiran karena otaknya utuh tersimpan boneka tak punya rasa karena itu milik manusia boneka tak punya hati karena memang benda mati boneka tak punya harga diri apalagi nurani”
Pentingkah validasi orang lain? Kita perlu mengenal diri sendiri untuk menerima diri kita, bersama mahasiswa profesi psikologi @nisinisya
Kita mengevaluasi dan mempelajari pengalaman hidup kita untuk dapat menggambarkan siapa diri kita. Juga, kita perlu memperkenalkan siapa diri kita ke orang lain dengan kesan yang baik.
“Itulah pesan kalender pada malam tahun baru sebelum ia kamu kasih ucapan terima kasih, kamu gulung, kamu lupakan, dan kamu ganti dengan kalender baru”
Kilas balik perjuangan merintis @siniarpuan, pamer prestasi tipis-tipis, sekalian berbagi harapan untuk melangkah di tahun depan.
Kita sebagai individu adalah makhluk sosial yang cenderung dikenal dan diharapkan seperti identitas kelompok kita berada, bukankah kita masih punya identitas personal?
“aku adalah masa sekarang yang membiarkan masa lalu mengkristal menjadi sekarung ingatan Dan merindu masa yang akan datang dengan sejuta misterinya”
Ternyata, kita yang mengaku tak suka politik justru lihai dalam berpolitik di keseharian.
Mari kita pelajari apa yang dipikirkan dan dirasakan individu, serta bagaimana mereka bertingkah laku dalam seting sosial (kehidupan sehari-hari).
“angka angka telah berguguran, dari kalender, hari yang kau lewati, hari yang kau khidmati, dengan langkah tak henti”
Subjektifitas kami yang orang psikologi tentang fitur block di media sosial.
“Dalam gentar sekujur badan, kening dijamah cemas ranjang yang tuli, ajal seperti buru-buru berkemas”
Bisa membaca, menulis, dan berhitung. Itu baik untuk pertumbuhan kognitif. Untuk segala pembelajaran kognitif, kita perlu menguatkan karakter, agar ilmunya tetap on the track. Adab dulu baru ilmu bersama @dindayusasmi
Tahun-tahun memutih pada uban yang letih. Entah sudah berapa orang peristiwa, berapa ya, melintasi jalur-jalur waktu di kerut wajah. Ke suaka ingatan mereka hijrah.
Apa saja sih yang diobrolin orang-orang beda generasi kalo lagi ngumpul? Lebih banyak nyambungnya atau misscom-nya nih. Kita ulas dan resah bareng kakak @sofaamalia
Karena Indonesia negara kepulauan dengan ribuan nilai-nilai budaya. Apakah kita sudah mempublikasikan budaya kita dengan empiris?
….aku cinta aku kerna aku adalah kepribadian. pangkal kehidupan dan akhir kematianku ada pada diri…….
Demi apa podcast @jeriprdn membajak podcast @siniarpuan
Kita pergi ke dukun karena secara empiris itu bukan penyakit. Apa santet dan kesurupan bisa dijelaskan dalam konteks psikologi?
Aku anak perempuanmu. Aku tau basa-basi singkat adalah satu-satunya cara yang kau tau untuk bilang sayang padaku. Karena itu juga satu-satunya cara yang ku tau untuk bilang sayang padamu.
Kalau saat ini kita bekerja, itu namanya pekerjaan atau profesi? Bersama tuan @muhakbarhabibi yang banting stir (dalam hal ini bidang psikologi) dari per-keluarga-an menjadi per-industri-an.
Setiap organisasi/institusi punya budaya (value) masing-masing yang membentuk bagaimana pekerjanya bekerja.
aku orang Indonesia yang selalu paling terlambat; aku bangun pukul sepuluh. hari sudah keruh. burung-burung sudah berhenti bernyanyi. (aku tidak tahu: burung-burung sudah lama berhenti bernyanyi; sekarang mereka berteriak, mereka protes kepada bising suara mesin) Aku selalu terlambat Aku selalu terlambat
Kami perempuan, resah juga sih kalau melihat sesama perempuan dengan sengaja menjadikan dirinya objek media sosial.
Individu bertumbuh dipengaruhi lingkungan sekitar mereka, termasuk juga perihal temperamen dan penalaran moralnya.
Yang paling menakjubkan di dunia yang fana ini adalah segala sesuatu yang tidak ada. Soalnya, kita bisa membayangkan apa saja tentangnya, menjadikannya muara bagi segala yang luar biasa.
Kerja produktif apakah harus dengan mendedikasikan hidup dan waktu kita untuk pekerjaan? Bedah dunia kerja bersama mbak @laleagitsugandi
Gaya pengasuhan dan struktur keluarga itu dipengaruhi budaya lho. Pun halnya dengan kelekatan. Kemudian, dampaknya akan dirasakan sampai seorang tumbuh dewasa.