KP • Life hack mahasiswa psikologi
Bila related dengan kalian, mari kita saling sharing dan menguatkan. Hope a great 2024 for us.

Bila related dengan kalian, mari kita saling sharing dan menguatkan. Hope a great 2024 for us.
Teori urutan kelahiran yang kurang empirik.
Aku sendiri. Tuhan sendiri. Aku masih berharap dia mau berteman baik denganku. Apakah tuhan lebih dekat dari hidupku atau matiku?
Pukul 7.15 Sehelai Daun Jatuh di Kaki Jendela Sebuah Dusun “…jika aku menulis rumah, selain dinding & atap & pintu & kehilangan, apa lagi yang kautangkap? jika aku menulis negara, puisi ini penuh orang jakarta berusaha sembuh dari diri mereka sendiri.”
Anak yang dimanja tidak mendapatkan cinta yang lebih, tetapi justru kurang dicintai. Dan memiliki banyak persamaan dengan anak yang diabaikan.
Sesudah garis arah ditentukan, persepsi individu terikat dengannya sampai mati. Karena manusia adalah aktor dan inisiator tingkah laku.
“anak-anak keluar dari mimpi hijau mereka yang tidak bertepi menyusuri jalanan riuh & keruh menuju sekolah agar kelak mau menaburkan serpihanserpihan jiwa mereka di atas bangkai bunga-bunga. maksud kami: anak-anak memasukkan tubuh ke sekolah agar mereka bisa bebas berkembang & tidak perlu ada bunga-bunga yang mati.”
Pribadi yang sehat, peduli terhadap orang lain, dan mempunyai tujuan menjadi sukses yang mencakup kebahagiaan semua umat manusia
“….hari ini, tiba-tiba aku ingat kau, di dada jalan yang membawamu jauh setiap ujung hujan yang menyentuh adalah mekaran bunga-bunga beribu”
Kepribadian manusia dibangun bukan oleh realita, tetapi oleh keyakinan subjektif orang itu mengenai masa depannya.
Welcome on Adler’s theory.
“…lelaki yang engkau cintai itu mati dan tak membawamu ke makamnya sementara aku bertahan hidup, bertahun-tahun sanggup tak mati oleh rindu–dan menanti di surga hawa, aku masih ular yang setia mencintaimu sepanjang usia tuhan.”
Hal terdetail yang diwariskan Erikson pada kita adalah 8 tahap perkembangan kepribadian yang sangat detail.
“….Radio dari segenap penjuru Tak henti-hentinya membujuk kami Merampas waktu kami dengan tawaran-tawaran Sandiwara obat-obatan Dan berita-berita yang meragukan Kami bermimpi punya rumah untuk anak-anak Tapi bersama hari-hari pengap yang menggelinding Kami harus angkat kaki Karena kami adalah gelandangan”
Setelah mendapatkan cinta, kita perlu bertumbuh dengan kepedulian yang menuntun menjadi bijaksana.
“sesungguhnya suara itu bukan perampok yang ingin merayah hartamu ia ingin bicara mengapa kau kokang senjata dan gemetar ketika suara-suara itu menuntut keadilan?”
Masa dimana relasi adalah segalanya.
Anak yang cukup belajar dan bermain akan tumbuh menjadi anak yang memahami nilai-nilai moral di masyarakat.
“Seumpama bunga Kami adalah bunga yang dirontokkan di bumi kami sendiri”
Bayi yang terlalu percaya ataupun curiga; anak-anak yang terlalu dibebaskan ataupun dikekang; semuanya akan bertumbuh dengan obsesi yamg patologi.
“…Lalu kita sama termangu Saling bertanya: apakah ini? Cinta? Kita berdua tak mengerti”
Pada 8 tahap perkembangan psikoseksual, terdapat konflik psikososial.
“Kami sekarang mayat Berikan kami arti Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian Kenang, kenanglah kami yang tinggal tulang-tulang diliputi debu Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi”
“Hidup hanya menunda kekalahan tambah terasing dari cinta sekolah rendah dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan sebelum pada akhirnya kita menyerah”
Ego adalah Tuan dari id dan superego, yang masih dipengaruhi oleh lingkungan di luar diri kita.
Welcome to Erikson’s theory.
“…Juwitaku yang cakap meskipun tanpa dandanan untukmu hidupku terbuka. Warna-warna kehidupan berpendar-pendar menakjubkan Isyarat-isyarat getaran ajaib menggerakkan penaku. Tanpa sekejap pun luput dari kenangan padamu aku bergerak menulis pamplet, mempertahankan kehidupan.”
Cikal bakal tes kepribadian ekstrovert-introvert yang dikritik kurang ilmuah metodologisnya.
“…..Ah, Wah . Uang yang tuan selipkan ke behaku adalah ijazah pendidikanku Ah, Ya. Begitulah. Dengan yakin tuan memelukku. Perut tuan yang buncit menekan perutku. Mulut tuan yang buruk mencium mulutku. Sebagai suatu kewajaran semuanya tuan lakukan. Seluruh anggota masyarakat membantu tuan. Mereka pegang kedua kakiku. Mereka tarik pahaku mengangkang. Sementara tuan naik ke atas tubuhku.”
So, kita sudah ada di usia mental berapa?