Hanya Dekat Allah - Jagalah aku, ya Allah | 2 April 2020
Episode description
Jagalah aku, ya Allah
Pembukaan Mazmur 16 menarik disimak. Daud membuka syairnya dengan permohonan: ”Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.” Kalimatnya sungguh logis. Karena Daud berlindung kepada Allah, maka dia bisa berharap penuh akan penjagaan Allah. Kita hanya mungkin merasakan penjagaan Allah, jika kita sungguh-sungguh berlindung kepada-Nya.
Daud punya alasan kuat. Demikian dia melanjutkan mazmurnya: ”Aku berkata kepada TUHAN: ’Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!’” (Mzm. 16:2). Alasannya masuk nalar. Daud berlindung kepada Pribadi yang baik. Itulah yang akan membuatnya senantiasa aman. Berlindung kepada Pribadi yang kurang baik, itu namanya cari penyakit. Dan bagi anak Isai itu: Allah adalah Pribadi terbaik.
Di tengah-tengah masa Prapaskah, yang diwarnai dengan wabah Covid-19 ini, kita perlu bertanya dalam diri: ”Siapakah Pribadi terbaik dalam hidup kita?” Jika jawabannya adalah Allah sendiri, maka berlindung kepada-Nya merupakan keniscayaan.
Sehingga bersama dengan Daud kita bisa berkata, ”Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan” (Mzm. 16:9-10).
Jelaslah, tak hanya hati yang bersukacita atau jiwa yang bersorak-sorai, tetapi raga kita pun akan diam dengan tentram. Tubuh yang nyaman. Dan pada hemat saya, hati, jiwa, dan tubuh macam beginilah yang kita butuhkan sekarang ini!
Yoel M. Indrasmoro | Literatur Perkantas Nasional
https://literaturperkantas.net/hanya-dekat-allah/jagalah-aku-ya-allah/
