[#1] Ep.5 Tegar, Bertahan dan Pelukan - podcast episode cover

[#1] Ep.5 Tegar, Bertahan dan Pelukan

Sep 14, 20204 minSeason 4Ep. 6
--:--
--:--
Download Metacast podcast app
Listen to this episode in Metacast mobile app
Don't just listen to podcasts. Learn from them with transcripts, summaries, and chapters for every episode. Skim, search, and bookmark insights. Learn more

Episode description

[Tegar, Bertahan dan Pelukan] luka yang tidak terhitung jumlahnya juga tidak tercatat kedalamannya , terukir dalam diri mu mengupas tuntas harga diri mu, memberi lubang yang besar pada jati diri mu tangisan yang memekakan telinga membisu pada tatap mata meminta pertolongan pada mereka yang tidak mengerti. S jeritan yang terdengar lugas dari hati yang berdiam diri berdengung keras pada jiwa nya berusaha untuk meminta berhenti. berhenti. dari semua rasa yang melelahkan dari semua ornag yang selalu datang sebagai sipir seolah kamu adalah penjara bagi diri mu sendiri. sakit ya pasti? tidak dapat dijelaskan, juga tidak dapat diucapkan. mewakili mereka, kuucapkan maaf. maaf nyatanya manusia masih begitu jahatnya. maaf nyatanya semua perjalanan tidak selalu lurus maaf bahwa nyatanya tidak semua sejalan seperti apa yang kamu inginkan dan kamu pikirkan tapi… tenang ya, kamu baik untuk diri mu sendiri. biarkan penilaian mereka mengambarkan diri mu pada pandangan mereka tapi jangan sampai mereka memaksa gambar bagi diri mu sendiri tenang ya, kamu teman untuk diri mu sendiri. biarkan mereka mencoba menjatuhkan mu tapi jangan sampai mereka membiarkan mu untuk tidka memeluk mu . katanya, hal terbaik Ketika sedih adalah pelukan. namun Ketika tampak tidak ada seseorang yang bisa diandalkan dan dipercaya untuk memeluk. maka, peluk diri mu sendiri Peluk diri mu dengan apresiasi, ucapkan “ terimakasih, sampai sekarang, masih terus berjuang Bersama.” peluk dirimu dengan maaf, ucapkan “maaf, aku terlalu keras pada mu” peluk dan tepuk dengan dengan lembut diri mu dengan ucapan “lain kali, kita coba lagi ya? “ iklasin yang sudah terjadi yaaa . Iklasin semua yang gaberhasil karena hingga akhirnya aku sadar, jatuh cinta paling murni dan pelukan paling tulus adalah penerimaan sepenuhnya terhadap diri sendiri aku adalah aku. dan tidak ada yang bisa mengambil itu
For the best experience, listen in Metacast app for iOS or Android