Kadang kita merasa harus kuat terus. Tapi bahkan Yesus butuh Simon. Di 2025, ketika semua berlomba jadi "hebat", kita diingatkan bahwa minta tolong bukan kelemahan. Apakah aku cukup rendah hatim untuk menerima bantuan?
Apr 13, 2025•6 min•Season 1Ep. 5
Di tengah penderitaan, Yesus bertemu Maria. Tak ada kata, hanya tatapan. Seperti ibu, sahabat, atau orang terdekat yang hadir dalam diam saat kita rapuh. Di tengah dunia yang serba online, kehadiran nyata, lebih berharga dari sekadar likes. Siapakah sosok yang jadi maria dalam hidup kita?
Apr 10, 2025•6 min•Season 1Ep. 4
Di tengah tekanan kuliah, kerja, relasi - kita jatuh. Tapi Yesus mengajarkan: jatuh bukan akhir, melainkan bagian dari perjalanan. Kita boleh gagal. Yang penting, bangkit lagi. Apakah aku sudah berdamai dengan kegagalan?
Apr 09, 2025•5 min•Season 1Ep. 3
Seperti Yesus, kita sering harus memikul beban hidup yang tidak kita pilih: tekanan keluarga, krisis ekonomi, kesehatan mental. Tapi ada kasih dalam setiap langkah penderitaan. Apakah aku berani tetap berjalan sambil percaya bahwa semua ini akan bermakna?
Apr 09, 2025•6 min•Season 1Ep. 2
Di zaman post-truth, siapa pun bisa dianggap salah hanya karena opini mayoritas. Sama seperti Yesus - yang tanpa salah justru dihukum. Tahun 2025, cancel culture bisa menjatuhkan siapa pun. Kita diajak untuk berdiri di sisi kebenaran, bahkan jika itu tak populer. Apakah aku mudah menghakimi tanpa tahu cerita utuh?
Apr 09, 2025•8 min•Season 1Ep. 1
Selamat datang di episode terbaru podcast kami! Di era informasi yang penuh dengan kebingungan, emosi, dan opini pribadi yang sering kali lebih berpengaruh daripada fakta objektif, kita menghadapi tantangan besar: bagaimana menemukan kebenaran di tengah hiruk-pikuk post-truth? Dalam episode ini, kita akan menyelami: Apa itu Post-Truth? Memahami definisi dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Absolut vs. Relatif: Diskusi mendalam tentang apakah kebenaran bersifat mutlak atau bisa berubah terg...
Jul 10, 2024•21 min•Season 1Ep. 4
Di episode kali ini, kita bakal ngobrolin tentang perasaan yang kadang terasa monoton dan gitu-gitu aja. Kenapa ya kita sering merasa stuck dengan perasaan yang itu-itu aja? Apakah rutinitas harian yang monoton, kurangnya stimulasi baru, atau mungkin pola pikir negatif. Saya akan berbagi pengalaman pribadi dan menggali lebih dalam dengan bantuan temuan dari berbagai disiplin ilmu seperti psikologi, sosiologi, dan filsafat. Kita juga akan membahas konsep hedonic adaptation, neuroplasticity, dan b...
Jun 08, 2024•32 min•Season 1Ep. 3
'Ini orang kok nyebelin banget sih'😠😠'Lah kok gini sih!!!' Sobat-sobat Few Minute Enough pasti pernah berhadapan dengan situasi atau bahkan orang yang menyebalkan.. Biasanya, kalo dihadapkan dengan situasi atau orang-orang seperti itu, sobat kaya gimana? Apa iya harus ngereog? Ya jangan dong.. Dengerin dan ayo kita overthinking bareng sama @epi.coa dan @kokoyoc tentang sikap yang bisa dicoba di kehidupan sehari-hari supaya lebih waras dan hepi lagi..
Jun 05, 2024•50 min•Season 1Ep. 2
Hallo sobat sobat Few Minute Enough. Lama tidak berjumpa eh berjumpanya tidak lama. Kali ini ada segmen baru nih namanya "Overthinking Hari Ini". Pada episode pertama pembahasannya tentang Ambisi dan Rasa Kecewa. Keduanya sering berjalan beriringan. Ketika dalam diri banyak spare temoat buat berambisi tentu hal yang sama juga perlu disiapkan yaitu ruang kecewa yang besar juga spacenya. Yuk overthinking bersama, biar ada temennya.
Jun 03, 2024•13 min•Season 1Ep. 1
Dari mata turun ke hati. Aku ingat lagunya HIVI "mata ke hati". Kita kadang perlu hati-hati sama penilaian mata yang kerap kali menutup pengelihatan kita akan sesuatu yang lebih dalam. Banyak banget sekarang sesuatu terlihat indah luarannya tapi tidak dengan dalamnya. Di sinilah hati kita harus bekerja untuk melihat kedalaman. Dari mata turun ke hati, mari kita melihat juga dengan hati.
Mar 20, 2023•13 min•Season 1Ep. 3
Kali ini kita ngobrol-ngobrol soal ateisme pemikirannya Feuerbach siapa sih dia? Sodaranya J.S. Bach? Wkwkwk kita cari tau ajaa dengan stay tune on few minuete enough.
Nov 12, 2022•26 min•Season 1Ep. 1
Few Minuet Enough hadir kembali dengan membawa satu konten baru judulnya "Kata kata Hari Ini". Tungguu untuk episode pertamanya ya.
Jan 20, 2022•14 min•Season 3Ep. 1
Seorang ibu keluar dari rumah untuk melihat keadaan hujan diluar. Kamu memberanikan diri untuk menumpang makan di rumah itu dan ternyata tidak hanya makananbyang kami dapat melainkan juga asupan pelajaran hidup dari keluarga mereka.
Oct 23, 2021•12 min•Season 2Ep. 18
Perjalanan ini memperlihatkanku pada sebuah realita kehidupan di luar sana di mana ternyata dunia sebenernya menjanjikan segudang kebahagiaan yang tidak bisa kudapatkan bila aku memilih jalan panggilan ini.
Oct 09, 2021•10 min•Season 2Ep. 16
Menghargai alam ciptaan, mengolahnya dengan baik demi tujuan yang baik pula yakni memuliakan kehidupan. Terima kasih para petani nanas yg boleh kujumpai yang banyak memberi inspirasi.
Sep 25, 2021•6 min•Season 2Ep. 16
"Tidak jarang caping yang kupakai tiba-tiba terbang ketika angin dari kendaraan-kendaraan besar melaju dengan cepat. Saat itulah yang membuat reflek tanganku akhirnya cepat meraih tali caping untuk memeganginya supaya tetap terjaga caping tersebut."
Sep 25, 2021•5 min•Season 2Ep. 15
Pasar Randudongkal mengingatkanku akan bekal spiritual yang menjadi intensiku selama perjalanan ini. Salah satu bekalku adalah intensi untuk Bapak supaya selalu kuat meski dalam kondisi sakitnya.
Sep 17, 2021•6 min•Season 2Ep. 14
Pagi hariku selalu menyuguhkan aroma khas parfum yang amat wangi dari para pelajar yang hendak menimba ilmu, kadang aku iri dengan bau itu yang begitu berbeda ketika aku mencium bau dari badanku.
Sep 14, 2021•8 min•Season 2Ep. 13
Tuhan tidak pernah berjanji akan selalu memberikan tempat tidur yang nyaman seperti di hotel tetapi Dia berjanji selalu menyertai dalam setiap tidur malamku.
Sep 13, 2021•11 min•Season 2Ep. 12
Lagu dangdut itu menyadarkan diriku akan begitu tidak berdayanya aku bila tanpa penyertaan-Mu, ya Tuhan.
Sep 13, 2021•8 min•Season 2Ep. 11
Dalam dunia yang sudah sedemikian rupa ternyata masih ada begitu banyak orang baik yang tulus memberi dari kekurangan mereka.
Sep 13, 2021•11 min•Season 2Ep. 10
Banyak pasang mata memandang penuh curiga pada diri kami yang sedang berjalan penuh harapan pada Penyelenggaraan Illahi melalui orang-orang di sekitar kami.
Sep 12, 2021•9 min•Season 2Ep. 9
Bersikap pesimis tak membuahkan apapun. Sikap optimis menandakan seorang yang percaya.
Sep 12, 2021•5 min•Season 2Ep. 8
Berkat dari Tuhan perlu dirasakan dengan penuh kepekaan dan sering hadir melalui suatu hal yang kadang tidak diperhitungkan.
Sep 12, 2021•4 min•Season 2Ep. 7
Pengalaman ditolak adalah pengalaman yang tidak menyenangkan namun menjadi pengalaman yang paling berhasil untuk memberi makna dari sebuah kesetiaan dalam berusaha.
Sep 12, 2021•5 min•Season 2Ep. 6
Rasa tidak percaya dan ragu-ragu menjadi penghalang besar tercurahnya rahmat Allah yang sesungguhnya begitu melimpah.
Sep 12, 2021•4 min•Season 2Ep. 5
Tangan-Nya mengulurkan kebaikan padaku lewat sebuah sapu, demi memberi tempat yang baik untuk tidurku pagi ini.
Sep 12, 2021•5 min•Season 2Ep. 3
Apa yang perlu ditakutkan bila percaya bahwa Tuhan selalu mencukupi apa yang kita butuhkan?
Sep 12, 2021•6 min•Season 2Ep. 2
Tidak jarang panggilan dan rencana Tuhan hadir dengan mengejutkan, muncul melalui hal-hal yang jarang diduga oleh manusia, tetapi disitulah letak keunikan Tuhan dalam menyapa manusia. Sapaan itu membawa manusia pada sikap kesiapsediaan dalam menanggapinya, tentu harus disertai dengan rasa ikhlas dan bahagia.
Sep 12, 2021•6 min•Season 2Ep. 1
Peregrinasi (dalam bahasa latin "peregrinatio" yang artinya: peziarahan). Kisah ini sebenarnya bagian dari proses pemurnian diri dan kisah yang memberikan pengalaman bagaimana hidup dengan penuh keterbatasan (hanya berbekal senter, jas hujan, dan buku catatan). Kisah ini sebenarnya ingin mengajak kita semua sampai pada permenungan bahwa selalu ada peran Allah dalam setiap langkah hidup kita yang penting modal kita adalah percaya kepada-Nya. Oke selamat menikmati kisahnyaa
Sep 11, 2021•2 min•Season 1Ep. 2