berpuisi: sudah ya!
pada september ke berapa kau akan kembali?

pada september ke berapa kau akan kembali?
Ada hal-hal di dalam diri kita yang tidak bisa dicuri orang lain, berbanggalah dan bertahanlah selalu.
Kita berhak bahagia, kita punya kita untuk kembali melangkah membuat banyak hal baik dan tetap yakin bahwa kado terindah dari Tuhan sedang menunggu kita di depan.
Bukan kita sudah tidak bernilai, tapi waktu kita di episode tersebut telah selesai.
Akhirnya, Di setiap kita melangkah, semoga hari-hari kita berbaik hati, menyelamatkan yg pilu dan merawat yang gembira.
menghargai hal-hal kecil dan merayakannya🖤
bila rindu perempuan itu tiba-tiba datang
maafkan aku yang tidak punya nyali mencarimu sampai pada titik pemberhentian yang kamu harapkan.
ur enough
merindu kepada yang pamit
di sini rayakan denganku.
rayakan sedih dan senang bersama orang yang kamu sayangi. jangan lupa meminta maaf dan berterima kasih
Menyerah dan mencari jelas adalah dua hal yang berbeda. Seperti tubuh yang menyerah tentang keadaan tapi tuannya tidak berusaha mencari apa yang membut ia kembali berarti.
Jalani hidup dengan prinsip ini “apa yang kita punya, bisa hilang kapan saja” bukan untuk khawatir atau pasrah, tapi kita mensyukuri apa yang ada dan tidak takut untuk bilang mungkin aku belum sampai, akan kuusahakan lagi lain waktu.
Ambil napas dan renungkan jika rupa kita tidak seindah yang sekarang
Tetapkanlah aku di hati dan aliran darahmu, Bu.
dunia punya peta, tenang saja kita pasti sampai.
Apa arti seribu hari yang sudah kita lewati? Sedangkan sampai saat ini yang aku mau cuma kamu.
selamanya di sini.
kalau orang lama belum jadi pemenangnya, gapapa untuk menunggu sebentar meski mungkin sulit buat kamu jatuh cinta dengan orang baru, kita tunggu keajaiban waktu.
kita rayakan perasaan sebagai manusia.
mari berjalan menuju labuhan paling jauh di dunia ini, berdua.
aku bangga untuk bertahanmu <3
kalau cuma main-main mending gausah.
gagal bukan tanda berhentinya sebuah perjalanan. kelapangan dan kelestarian hati adalah kunci keindahan selasar yang kita punya. dunia terlalu riuh untuk memanjakanmu. Mari bahagia dan bersemangat! <3
ada jalan pulang yang lupa kita peihara. jaraknya dekat. rumah-Nya tenang.
orang lain tidak memiliki tanggung jawab penuh untuk mengerti perasaan kita secara seluruh. akan sejauh mana kita hanya menuntut orang lain memahami perasaan kita? padahal upaya kita memahami orang lain pun terbatas. layaknya ekspektasi-ekspektasi yang kita buat demi mengharapkan yang sesuai, padahal yang lebih penting dari itu adalah bagaimana kuatnya dan nikmatnya kita menikmati proses dan doa-doa.
adakah duka yang lebih duka dari sebuah perpisahan dan kehilangan? ada. yang dulu sempat dikhawatirkan, bahwa kita akan baik-baik saja menjalani hari tanpanya. dan kita ternyata bisa.
Berjuta salahku yang meninggalkanmu tiba-tiba, maaf sampai pada akhirnya membuatmu harus mencari nyaman yang lain. dan hubungan ini yang terlepas begitu saja tanpa salam, kita simpan baik-baik ya! walau di ruangan yang sempit sekalipun.
bukan salahmu. memang beginilah adanya. kau punya magis perekat dan aku yang mudah jatuh.