bukan musa
di setiap langkahnya aku mengajak diriku sendiri berbicara

di setiap langkahnya aku mengajak diriku sendiri berbicara
spesies menggelikan ini tidak pernah mengaku kalah meski entah sudah berapa kali pun patah hatinya
sesederhana itu, aku tidak perlu berlomba dengan siapa-siapa, aku tidak perlu takut akan apa-apa
bandung, aku selalu terobsesi untuk lenyap di tengah kerumunan bumi yang tak akan pernah bisa aku jinakki
majikanku, akulah pelacurmu, benak yang kapan saja bisa dengan leluasa kau cumbu
nak, ketika rejekimu dibungkam doa harus bicara berkolaborasi bersama: @etty_sulistyowati
kekacauan ini adalah satu-satunya hal yang bisa menemaniku hingga saat ini
aku ingin menghiburmu dengan hati-hati, menemani payahmu tanpa henti
ratusan ribuan bahkan jutaan pasukan yang ada di dunia, jika memang ingin bersimpangan denganku, bedebah-bedebah ini hanya akan mati konyol dengan cuma-cuma
telah berpulang, lelaki paruh baya yang sepanjang hidupnya mengais kasih di tempat yang salah
beberapa detik kemudian aku merindukan bocah cilik di tubuhku
cinta ini biar cuma aku sama kamu aja yang tau, dunia gak perlu ikut campur
dear pujaan mati, tidak bersamaku bukan berarti duniamu berhenti
kalo kamu punya 30 detik untuk nelpon diri kamu sendiri di 5 tahun yang lalu? kamu mau ngomong apa?
karena bukan hanya warasnya mereka-mereka saja yang perlu kita jaga, melainkan hati kita juga
jika pesan ini sedang kamu baca, besar kemungkinan kita berdua sudah mendarat pada titik bahwa aku sudah selesai denganmu
jujur, hati keparatku sedang menyukaimu tapi aku malah memilih diam
berlama-lama mengadu nasib seorang diri malah membuat watak ini semakin lihai bermain tinggi, kewarasanku sedang menguji nyali
setiap hari saya benci, dan semoga hari ini berakhir untuk selama-lamanya
aku cuma butuh istirahat, aku cuma butuh siasat agar tidak terus-terusan tersesat
besoknya mereka, besoknya aku
seperti juli dan segala kebohongannya, seperti makhluk-makhluk yang menawarkan uluran tangan tapi hanya sampai di titik wacana
terima kasih, karena sudah kuat, dari saya untuk aku: jangan kapok jadi sosok yang kesepian
aku sempat menanyakan perihal judul film kita yang masih belum pasti, tapi ending siapa sih yang bisa prediksi?
saat itu kita benar-benar sampe di titik ternyaman, di suhu kota yang bisa bikin baper kayak gini
aku rubuh pada sebidang kasur, saat orang-orang terus membombardir pesan masukku dengan pertanyaan-pertanyaan seputar: "eh bang, kapan episode baru tayang?"
tapi sejatinya kau pun tahu bukan? aku adalah domba jinak yang mudah sekali kau gembalakan, hanya saja terkadang di badanku terdapat harimau yang minta diberi makan berkolaborasi bersama: @ameliadstv
menyembuhkan luka itu tidak semudah seperti mengatakan bahwa segalanya akan baik-baik saja
oleh karena itu untuk semuanya yang mencintaiku, bersama Al-Fatihah ini aku memohon restu in loving memory: Emmeril Kahn Mumtadz
dan kayaknya gak perlu sampe mengutip puisinya eyang Sapardi juga deh, buat tau kalo bandung itu emang kota yang romantis