Menjadi Perempuan Bali (BBS 5)
Episode description
Bincang Bali Sruti (BBS),
Episode ke 5 sebagai episode penutup, tentang menjadi Perempuan Bali. I Gusti Ayu Andani Pertiwi host BBS, mewawancarai ibu Nyoman Nilawati seorang tokoh Perempuan Bali, wakil ketua WHDI Bali, prajuru istri MDA Bali, dan juga seorang presiden Rotary Club.
Bagi ibu Nyoman, menjadi Perempuan Bali, adalah suratan yang tidak punya pilihan lain lagi. Namun sangatlah membanggakan. Tugas sebagai Perempuan Bali, janganlah dianggap berat dan memberatkan. Karena sebagai perempuan non Balipun Perempuan mempunyai kewajiban-kewajiban. Hanya menjadi Perempuan Bali mempunyai kelebihan, yaitu bisa membuat sarana upacara adat dan agama. Dan tentu tidak harus jadi ahlinya, namun cukup bisa yang minimal. Bila menjadi trampil sekali, ya itu lebih bagus.
Kepandaian keputrian yang minimal, seperti memasak, membuat sarana upacara sedikit seperti "canang", ketupat, "banten" sederhana, hendaknya dipelajari para remaja sambil bermain, sehingga terasa enjoy. Melaksanakan upacara agama hendaknya sesuai kemampuan, tidak harus besar, karena beragama Hindu sangatlah fleksibel. Banyak pilihan, dari nista, madya sampai utama. Agama Hindu tidak mengharuskan yang rumit atau upacara besar. Ida Sang Hyang Widhi Maha pengasih dan penyayang.
Bangun pagi adalah baik bagi semua orang apalagi bagi perempuan. Karena bangun pagi adalah menyambut datangnya sinar matahari, menyambut datangnya rezeki untuk keluarga.
Hendaknya generasi muda Bali kini, mulailah belajar...dan tetap menjalan agama Hindu dengan baik, serta meneruskan budaya Bali. Kalau bukan kita, siapa lagi? Banggalah menjadi perempuan Bali.
Demikian Bincang Bali Sruti (BBS) 5 episode tentang bagaimana menjadi perempuan Bali telah berakhir. Tetap ikuti BBS dengan tema mendatang tentang Anak. Salam sehat untuk semua. Ingat pesan ibu nggih, 3M. Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
