“NUBUATAN PERJANJIAN LAMA TENTANG YESUS: BAGIAN II“
Kelahiran, kehidupan, dan kematian Kristus telah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama, bukti yang menakjubkan akan identitas Yesus sebagai Mesias yang dinanti-nantikan

Kelahiran, kehidupan, dan kematian Kristus telah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama, bukti yang menakjubkan akan identitas Yesus sebagai Mesias yang dinanti-nantikan
Yohanes, Petrus, Paulus, Matius, Markus, Lukas, semua penulis Perjanjian Baru, dengan ilham Roh Kudus, berkali-kali menekankan bahwa kehidupan, kematian, kebangkitan, kenaikan Yesus ke takhta Allah adalah penggenapan nubuatan dalam Perjanjian Lama.
Di Injil, berkali-kali Yesus menunjuk otoritas Kitab Suci jadi saksi kunci, menggunakan peristiwa Perjanjian Lama untuk menunjuk diri-Nya & yang Dia lakukan. “Sama seperti Musa meninggikan ular dipadang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan"
Yesus menggunakan tanda-tanda untuk menunjukkan hubungan pekerjaan yang dekat dengan Bapa. Keduanya, Yesus dan Bapa, adalah satu. Perbuatan Yesus menunjukkan bahwa "Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa"
Banyak orang yang tidak mengenal Yesus meskipun mereka seharusnya mengenal-Nya, terutama karena semua hal yang Yesus lakukan dan katakan. Dan, terlebih lagi, karena kitab-kitab Perjanjian Lama menunjuk kepada-Nya.
Yesus menerima pengakuan Tomas, juga menegur sifat kurang percayanya, “Karena telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Iman Tomas lebih menyenangkan Kristus jika mau memercayai kesaksian saudaranya.
Kita dapat mengenal dan menerima Yesus sebagai Mesias bagi diri kita sendiri, dengan membaca Kitab Suci, di bawah kuasa Roh Kudus, dan dari hubungan kita sendiri dengan Tuhan, dapat memiliki kisah untuk diceritakan.
Kisah Tomas tentang iman dan keraguan. Perspektif "melihat baru kemudian percaya", ini yang dilawan oleh Injil Yohanes. Yesus berkata, "Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya"
Tiga kali Pilatus tetap menyatakan bahwa Yesus tidak bersalah. Di atas kayu salib ia menulis, "Yesus dari Nazaret, Raja orang Yahudi", ini melengkapi kesaksian Pilatus tentang siapa Yesus. Namun Pilatus tetap menghukum mati Yesus.
Tindakan Maria meminyaki kepala dan kaki Yesus sangat penting, ini jadi kesaksian siapa sebenarnya Yesus. Yudas dengan cepat menegur. Yesus segera menenangkan & mengatakan, "Biarkanlah dia…orang miskin selalu ada padamu, Aku tidak selalu ada padamu"
Melalui lambang & janji, Allah sebelumnya telah mengabarkan Injil pada Abraham. Gal 3:8. Iman Abraham tertuju pada Penebus yang akan datang. Kata Kristus,"Bapamu Abraham bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku & ia telah melihatnya & ia bersukacita".
Yohanes menulis tentang berbagai jenis orang, yaitu orang dengan latar belakang, kepercayaan, dan pengalaman yang berbeda-beda, yang semuanya bersaksi tentang siapakah Yesus.
Tidak mungkin meninggalkan ajaran Kristus, tentang kasih & kemurahan, lalu beralih pada kegelapan, kurang percaya, kejahatan dunia. Saat Juruselamat ditinggalkan banyak yang melihat mukjizat-Nya, Petrus mengungkap iman para murid, "Engkau adalah Mesias"
Orang banyak mengatakan bahwa Yesus adalah Nabi seperti yang dinubuatkan oleh Musa dahulu kala di Ulangan 18:15-19. Yang lainnya mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias. Salah satu orang Farisi, yaitu Nikodemus, percaya kepada Yesus.
Bapa menyatakan bahwa Yesus adalah Anak yang dikasihi-Nya, kepada-Nya Ia berkenan, saat baptisan Yesus, awal pelayanan. Bapa kembali berbicara dari surga, jelang akhir pelayanan Yesus, "Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!"
Fakta bahwa Yesus tidak akan menjadi raja duniawi, dan tidak cocok dengan pemikiran duniawi, orang banyak menolak pertobatan, tidak dapat mengenali dan menerima Yesus sebagai Mesias. Pada saat itu, banyak murid-murid Yesus meninggalkan Dia.
Yohanes Pembaptis menunjuk Yesus sebagai Anak Domba Allah, hal yang tidak diharapkan tentang Mesias yang telah lama dinantikan. Mesias tidak datang sebagai pemimpin politik dan militer, tetapi mempersembahkan diri-Nya sebagai korban bagi dosa-dosa dunia.
Yohanes Pembaptis mengingatkan murid-muridnya bahwa ia tidak pernah mengaku sebagai Kristus. Sebaliknya Yohanes datang untuk mengarahkan kepada Kristus, untuk mempersiapkan jalan bagi Kristus, untuk menjadi saksi tentang Dia.
Beberapa orang yang menyaksikan dan bersaksi tentang Yesus, Sang Mesias. Yesus juga menunjukkan siapa diri-Nya melalui tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat yang Dia lakukan.
Wanita itu menggambarkan bekerjanya iman yang praktis kepada Kristus. Tiap murid yang sejati dilahirkan ke dalam kerajaan Allah sebagai seorang pengabar Injil. Orang yang minum air hidup itu menjadi mata air hidup pula. Penerima itu menjadi pemberi.
Orang-orang Samaria meminta Yesus untuk tinggal bersama mereka. Hasilnya, lebih banyak lagi orang menjadi percaya karena perkataan Yesus, “sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat (Mesias) dunia"
Yesus menyatakan identitas-Nya sebagai Mesias, kepada wanita ini. Dan, setelah menyatakan kepada wanita bahwa Yesus tahu tentang rahasia-rahasia tergelapnya, Yesus juga memberikan alasan yang kuat kepada wanita ini untuk percaya kepada-Nya.
Wanita ini memahami perkataan Yesus tentang air secara harfiah, padahal Yesus jelas berbicara sesuatu yang bersifat rohani. Yesus dapat membaca isi hatinya. Wanita ini harus menghadapi situasinya untuk menemukan kesembuhan.
Juruselamat sedang berusaha hendak mendapatkan kunci hati wanita itu, dan dengan kasih Ilahi, meminta pertolongan. Wanita ini bertanya, "Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?”
Seorang Guru Yahudi, yaitu Yesus, dikontraskan dengan seorang wanita Samaria yang memiliki reputasi buruk. Sungguh hal yang kontras! Namun, dalam konteks yang tepat ini, sebuah pertemuan yang luar biasa terjadi.