(Puisi) The Tale of Two Continents - Sitor Situmorang
Masih bertema kesedihan, kali ini puisi Opung Sitor berkisah tentang cinta yang tak bisa bersatu karena ragamnya perbedaan yang memisahkan.

Masih bertema kesedihan, kali ini puisi Opung Sitor berkisah tentang cinta yang tak bisa bersatu karena ragamnya perbedaan yang memisahkan.
Mungkin seharusnya, puisi ini saya publish bulan depan alias bulan Januari tahun depan. Sebab judulnya Janvier adalah Januari. Puisi lainnya dari Opung Sitor tentang nostalgianya ketika tinggal di Paris, Perancis.
Puisi karya Opung Sitor ini dipersembahkannya kepada Chairil Anwar.
Sebuah cerpen karya Om Jokpin yang paling saya suka, karena mengutip banyak karya penulis lainnya.
Satu lagi cerpen yang terinspirasi dari cerpen Sepotong Senja untuk Pacarku oleh Seno Gumira Ajidarma. Penulisnya sendiri, Sungging Raga sepertinya memang pengagum Om Seno. Ia cukup banyak menulis tentang senja, senjanya Om Seno. Karakter utama cerpen ini pun agaknya berdasar pada penulis gaek itu. Pria gondrong berambut putih, mantan penulis Senja.
Cerpen Eyang Sapardi ini terinspirasi dari cerpen Sepotong Senja Untuk Pacarku-nya Om Seno. Mungkin memang ditujukan sebagai balasan atau kelanjutan dari cerpen tersebut. Akantetapi, ternyata 10 tahun kemudian, Om Seno melanjutkan sendiri kisah sepotong senja itu. Sama indahnya, sama tragisnya.
Sebuah cerpen untuk para pemuja Gabriel Garcia Marquez. Penulis Kolumbia yang juga pernah memenangkan penghargaan Nobel Sastra. Tulisan-tulisannya liar, bebas dan jenaka namun bermakna mendalam. Sebagaimana cerpennya yang ini, surealis, filosofis dan multi interpretasi. Berkisah tentang sepasang suami istri yang menemukan seorang kakek tua bersayap besar di halaman rumahnya di pinggir pantai. Sejak bertemu makhluk yang diduga sebangsa malaikat itu, hidup mereka perlahan berubah.
Cerpen ini ganjil dan membingungkan. Sebuah karya yang unik dari Kazuo Ishiguro, another Nobel Laurette in Literature. Berkisah tentang pria paruh baya bernama Fletcher yang berjalan tak tentu arah di sebuah desa di pedalaman Inggris, tempat dia dulu pernah tinggal. Ia baru saja tiba di sana setelah malam turun dan mengalami disorientasi. Flecher sudah tidak mengenali tempat itu dan tidak punya tujuan jelas. Banyaknya adegan dan dialog yang aneh agaknya hanya masuk akal apabila semua yang dialam...
Ini adalah salah satu cerpen terbaik sepanjang masa. Berkisah tentang seorang wanita yang menderita paranoid akut, namun sang suami yang kebetulan adalah seorang dokter gagal melihatnya. Ia meyakini bahwa istrinya hanya menderita kecemasan biasa. Padahal sang istri telah berusaha mengungkapkannya, tapi sang suami bersikeras bahwa istrinya baik-baik saja. Meskipun sang suami telah berusaha menyembuhkan dan menyenangkan istrinya, namun pada saat yang sama ia terlalu membatasi sang istri dan abai a...
Ini adalah cerpen ketiga dari Trilogi Alina. Berkisah tentang perjalanan sang Tukang Pos yang bertugas mengantarkan Senja dari Sukab untuk Alina.
Ini adalah cerpen kedua dari trilogi Alina. Berkisah tentang senja yang akhirnya telah sampai di tangan sang kekasih, Alina. Akantetapi reaksi yang diberikan Alina sama sekali jauh dari yang diharapkan.
Cerpen ini berkisah tentang seorang laki-laki yang sedang jatuh cinta dan demi cintanya pada sang kekasih, ia mencuri senja. Senja itu dikeratnya dari sebuah pantai, disembunyikan di sakunya lalu dilarikannya pergi. Kiranya, ini adalah cerpen Om Seno yang paling terkenal dan digemari umat karena melibatkan senja, pantai dan kekasih. Butuh satu dekade untuk cerpen ini dijadikan sebagai trilogi dan dirangkum dalam satu buku kumpulan cerpen berjudul sama. Saya akan membacakan ketiganya. Selamat men...
Another poem dari Presiden Penyair Indonesia.
Puisi sederhana tentang suatu malam di Medellin.
Sebuah puisi relijius dari Presiden Penyair Indonesia.
Mozaik 41 - Hujan Pertama
Mozaik 40 - Tupai
Mozaik 39 - Rukun Islam
Mozaik 38 - Kepada Yth
Mozaik 37 - Koper
Mozaik 36 - Akrobat
Mozaik 35 - Lihai
Mozaik 34 - Piala
Mozaik 33 - Resolusi
Mozaik 32 - Puisi
Mozaik 31 - Impian Empat Sentimeter
Puisi romantis karya Si Burung Merak.
Mozaik 30 - Bulan Di Atas Kota Kecilku Yang Ditinggalkan Zaman
Mozaik 29 - Bibi
Mozaik 28 - Delapan Langkah